Sambutlah Indahnya pesona pada pandangan pertama
Katakanlah (wahai
Muhammad) kepada laki-laki yang beriman:
“Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan
mata mereka dan memelihara
kemaluan mereka,yang demikian itu lebih suci
bagi mereka.
Sesungguhnya Alloh
Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
” Dan katakanlah
kepada wanita-wanita yang beriman:
“Hendaklah mereka
menahan sebagian pandangan mata mereka
dan memelihara kemaluan mereka”
(Q.S. An-Nur [24]: 30-31)
Semua berawal dari
pandangan pertama, seorang pengejar bidadari yang tertarik dengan wanita cantik
bermata lentik, ia menatapnya dengan seulas senyuman yang tersimpul dari wajah
tampannya, ada sebuncah kekaguman saat melihat gadis yang amat elok parasnya,
mewarisi kecantikan wanita-wanita titisan kleopatra yang bertubuh semampai. Berkulit putih
berhati lembut, bila tersenyum ada rona merah dikedua lesung pipitnya. Itulah
yang membuat seorang pemuda tampan dari kufah jatuh hati kepadanya. Ketampanannya
bagai Nabi Yusuf zaman ini. Akhlaknya begitu suci. Bahwa ilmunya tinggi. Bahwa
keshalihannya membuat iri. Ibadahnya kuat lagi taat Ketakwaannya telah berulang
kali teruji. Seorang pengejar bidadari sejati.
Pertemuannya bermula
ketika ia berkunjung ke suatu kampung dari Bani An-Nakha'. Dilihatnya seorang
wanita berparas cantik dari mereka
sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran pada pandangan pertama. Tak disangka dan
tak diduga asmara cintanya bak dayung bersambut ternyata, si wanita cantik ini pun
begitu juga padanya langsung menaruh hati. Karena sudah jatuh cinta, akhirnya
pemuda itu mengutus seseorang meminangnya dari ayahnya. Tetapi si ayah mengabarkan
dengan lembut dan sopan bahwa putrinya telah dojodohkan dengan sepupunya. Walau
demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Gelora cinta
dan asmara begitu menggebu di antara keduanya.
Wanita yang dimabuk
cinta itu akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk pemuda tampan yang shaleh, bunyinya, 'Aku
telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji
dengan dirimu. Bila engkau setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah
jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku'.
Itulah ungkaan cinta
yang dilukis dengan tinta warna buram menghitam. Keindahan cinta yang terpancar
telah ternodai oleh niat yang tidak sejalan. membelok dari jalan cinta rabbani.
Namun, ada yang indah dari kisah ini. Tatkala mendengar tawaran dari gadis
cantik yang sedang mabuk kepayang oleh cinta itu
Dijawab oleh pemuda tadi melalui utusannya, 'Aku
tidak setuju dengan dua pilihan yang engkau tawarkan, "sesungguhnya aku
merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan
menimpaku pada hari yang besar." (Yunus:15)
Aku takut pada api
yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya.'
Ketika disampaikan
pesan tadi kepada wanita itu, dia berkata, "Walau demikian, rupanya dia masih
takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk
bertaqwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk
itu." Wanita itu pun tersadar atas khilafnya dalam perjuangan cinta yang
ia lakukan. Ia sadar dan bertobat. Ia mengabdikan dirinya pada Allah dan hanya
beribadah semata. Memisahkan diri dari keluarganya. Akan tetapi, dia masih
menyimpan perasaan cinta dan tidak mampu memadamkan kerinduannya pada sang
pemuda. Tubuhnya mulai kurus dan semakin kurus menahan rindunya, sampai akhirnya
dia meninggal dunia karenanya.
Demikianpun pemuda
itu hatinya masih tertawan rasa cinta kepadanya, hingga ia seringkali berziarah
ke pemakamannya, ia masih dirundung duka, lelah menangis bercucuran air mata, ia
mengadukan persoalannya kepada rabbnya dan mendo'akanya. Ia terlelap di atas
kuburanya. Lalu bermimpi berjumpa sua dengan kekasihnya dengan rupa dan hiasan
yang sangat baik, dan paras yang jauh lebih elok. Dalam mimpi dia sempat bertanya,
"Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah kepergianmu
menghadapNya?"
Dia menjawab,
"Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta
yang dapat mengiring menuju kebaikan."
Pemuda itu bertanya, "Jika demikian, kemanakah kau menuju?"
Dia jawab, "Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak
berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah
rusak."
Pemuda itu berkata,
"Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu."
Dia jawab, "Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada
Tuhanku dan Tuhanmu (Allah SWT) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka,
bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah."
Si pemuda bertanya,
"Kapan aku bisa melihatmu?" Jawab si wanita: "Tak lama lagi kau
akan datang melihat kami." Benar, tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si
pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggalkan dunia yang fana.
Begitulah cinta,
kedatangnnya tak pernah terduga untuk bertamu disetiap hati si pemuda, ketika
cinta mulai datang menggoda lewat pandangan pertama, ia tak mau berlama-lama
mampir dalam kubangan lumpur dosa, disambutnya pesona itu dengan cara yang
paling baik yaitu mengajak si bidadari yang telah menaruh hati kepadanya untuk
membuat singgasana cinta dalam indahnya pernikahan. Walaupun akhirnya lelaki
itu ditolak oleh sang ayah.
Bagi wanita yang
sedang didera asmara, memperjuangkan cinta baginya adalah keputusan yang sulit.
Di sana dibutuhkan keberanian yang berlipat-lipat dibandingkan dengan
perjuangan cinta seorang lelaki. Ada adat, tradisi, dan karakter jiwa yang
harus dilawan untuk mampu mengambil keputusan besar itu: memperjuangkan cinta. Rasa
malu yang dimiliki wanita dalam urusan cinta sangatlah mendalam. Oleh karena
itu, Rasulullah menjelaskan bahwa kemauan seorang perempuan akan pinangan
seorang lelaki adalah dengan diamnya, dalam arti tidak menolak, tanpa perlu
mengiyakan dengan rangkaian kata-kata. Namun, kekuatan cinta memang dahsyat dan
menggerakkan.
Awal perjuangan
cinta wanita itu tampak nyata tidak indah. Memang benar ia orang yang romantis
dan memiliki daya khayal yang tinggi serta kemampuan merangkai kata yang indah.
Namun, semuanya berbau aroma syaitan dan nafsu. Kesucian cinta yang seharusnya
ada di dalam hatinya dan mengejawantah di dalam laku juangnya ternyata tergerus
oleh badai hawa nafsu.
Ya, itulah cinta
laksana air dalam kehidupan, nafas dalam jiwa, semangat dalam raga, lembut
dalam sutera. Ia bagaikan panas pada api, dingin pada salju, luas pada angkasa.
Cinta adalah
kekuatan yg mampu, mengubah duri jadi mawar, mengubah cuka jadi anggur, mengubah
sedih jadi riang, mengubah amarah jadi ramah, mengubah musibah jadi muhibah.
Demikianlah yang terjadi
pada wanita itu, melalui cintanya ia semakin mendekatkan diri kepada Allah,
melalui cintanya ia menghiasi dirinya dengan keshalehan, lewat cintanya ia
mulai mengenakan gaun ketakwaan.
Kepadamu ukhti
yang kelak akan menjadi bidadari pendamping hidup kami menjadikan pesona yang
menyapa sebagai batu loncatan untuk menggapai ridhoNya. Tunjukkan itu melalui
sikapmu, tutur katamu,perilakumu, hiasilah dirimu dengan rasa malu kepada
tuhanmu agar senantiasa terjaga kesucianmu.
Kekasih sejatimu adalah orang yang cemburu jika engkau
berbuat salah
Berbicara lantang bila engkau berlaku tidak baik
Bergembira diseyiap engkau melakukan setiap amal utama
Bersedih jika engkau mengurangi dan tak lagi melakukannya
(Abu usman at-tajibi)