Ketika pesona cinta datang menggoda
“Dijadikan
indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:
wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak
dari jenis emas, perak, kuda pilihan,
binatang
binatang ternak dan sawah ladang.Itulah kesenangan hidup di dunia;
dan di
sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
(QS. Ali
Imran: 14).
Tak pernah terlintas dalam
benak sanubari, waktu telah mengantarmu pada keremajaan yang begitu mempesona.
Masa berganti rupa dan usia menapak dewasa. Sungguh pergantian zaman memang
menakjubkan hingga tak terasa tubuh mungil yang terbaring lemah telah tumbuh
menjadi seorang remaja. Di saat itu,
akal mulai bekerja, emosi perlahan menampakkan wujudnya, saat itu pula jiwa
ikut bergejolak, darah mendidih, debaran jantung mulai tak terkendali, jiwa
yang labil, rentan terhadap kenikmatan sesaat, dimasa inilah engkau akan
merasakan kebutuhan yang sangat kuat terhadap lawan jenismu, mulailah sebuah
pesona datang menyapa, selangkah namun
pasti dengan segenap kegenitan dan gemerlapnya mulai menggoda, menampakkan diri
dalam wujud yang manis menggugah selara, menawan hati dalam telaga syurga
cinta, dialah ujian terindah yang akan melanda, tak kenal masa dan usia akan
terkenang selamanya, makhluk indah yang disebut wanita, menghiasi fitrah manusia
dengan rasa cinta terhadap keindahnya , membelai nurani untuk cenderung
mendekatinya. Rasa untuk selalu memperhatikan langkah gemulainya, rasa untuk
senantiasa menatap matanya, membalas seulas senyuman manis yang tersimpul
diwajahnya.
Itulah Cinta pada pandangan pertama, indahnya tak mampu diungkapkan dengan
kata, sehingga seorang pemuda yang menemukan cinta pertamanya melantunkan
syairnya:
Dimataku aku
mengkhayalkanmu
Dimulutku aku selalu
menyebut namamu
Wajahmu penyejuk
kalbuku
Ditelinga kudengar
angin membisikkan namamu
Setiap waktu aku
selalu mengingatmu
Karena engkau berada
dalam sanubariku
Maka kemana engkau
akan pergi
Karena aku akan
selalu menjagamu
Duhai pujaan hatiku
Engkaulah gadis yang
pertama kali singgah didalam hatiku
Bila ku tatap matamu
Hati ini selalu
berdebar tak menentu
Ketika kau jauh
dariku
Hati ini selalu
rindu untuk bertemu
Tak rela hati ini
berpisah darimu
Karena engkau telah
menawan hatiku
Begitulah suasana hati orang yang sedang dimabuk
cinta, siapapun itu pasti akan pernah merasakan nikmatnya jatuh cinta, termasuk
dirimu para pengejar bidadari, ya semua itu akan terasa indah karena dihiasi
dan diliputi oleh cinta.
Mari kita pahami
ayat berikut ini :
“Dijadikan indah
pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:
wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda
pilihan, binatang binatang ternak dan sawah ladang.Itulah kesenangan hidup di
dunia;dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali
Imran: 14).
Seperti yang sudah
dijelaskan ketertarikan yang mendapat posisi utama bagi para ikhwan yang
menghiasi kehidupan mereka adalah para akwat sebagaimana akhwat pun merasa
senang dan tertarik terhadap ikhwan. Dihiasinya rasa cinta itu diantara
keduanya dengan apa yang disebut nafsu. Dengan kata lain hawa nafsu itu adalah
sebuah perhiasan bagi manusia. Manusia tanpa hawa nafsu sama saja dengan orang yang
tidak berhias, monoton, tidak memiliki perkembangan dalam gerak kehidupannya.
Namun jika hawa nafsu adalah sebuah perhiasan maka ada dua hal yang akan kita
perhatikan. Pertama, Kapan perhiasan itu harus dipakai. Kedua, dimana perhiasan
itu harus dipakai?
Kalaulah anda
berdandan dengan rapi, kaos kaki lengkap dengan sepatu merek terkenal, pake jas
keren, mahal tapi untuk pergi nyangkul di sawah tentu tidak tepat, atau pakai
pakaian yang compang-camping, bau badan menyengat, sendal jepit lain sebelah,
pergi ketemuan sama si doi tentunya tidak cocok. Begitu pula hawa nafsu kapan
dia boleh diperturutkan dan dimana dia boleh disalurkan. Sehingga hawa nafsu
itu mampu ditempatkan dalam kemulian yang berarti kendali terhadapnya yang
dipenuhi rasionalitas, kemanfaatan, jiwa pelestarian, pembangunan dan
kematangan, kata salim A. Fillah.
Kedatangan cinta tak
selamanya membawa kemudharatan, namun bisa pula melahirkan kemanfaatan, itu
tergantung bagaimana anda menyambut tamu itu. Jika anda telah cukup bekal untuk
menyambutnya, iapun akan berbuat ramah, sehingga tamu itu akan menjadi nikmat
yang akan menambah nikmat-nikmat yang terdahulu sehingga bila kita tumpuk tak
akan ada yang sanggup menghitungnya. ya, bekal yang membawa nikmat dan
menjadikan cinta yang dijamu sebagai energi kesahalehan menuju keridhaan Ilahi.
Cinta dan hawa nafsu
yang menjadi perhiasan manusia yang membuat hidup penuh warna, membuat hidup
ini lebih berarti tidak monoton, oleh karena itu islam tahu yang terbaik untuk
ummatnya yaitu menghadirkan sebuah solusi untuk menyatukan keduanya dalam
kemuliaan dengan anjuran pernikahan. Ikatan yang mengubah dosa menjadi pahala,
yang awalnya haram menjadi halal, ikatan yang menyehatkan, ikatan yang mampu
mengubah kemiskinan menjadi berkecukupan, mengubah orang manja menjadi dewasa,
ikatan untuk menyalurkan kebutuhan biologis dengan benar dan sehat,
ikatan yang mampu menjaga kehormatan dan menambah ladang amal shaleh,
ikatan yang memperkuat iman dan mendapatkan separoh agama.
So, bagi anda para
remaja persiapkan diri untuk menyambutnya dan tetaplah indah.
Barangsiapa yang telah mampu untuk
menikah, lalu ia tidak menikah, maka ia tidak
termasuk golonganku
(H.R Thabrani)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar