Minggu, 20 Oktober 2013

Ketika pesona cinta datang menggoda



Ketika pesona cinta datang menggoda
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:
 wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan,
binatang binatang ternak dan sawah ladang.Itulah kesenangan hidup di dunia;
dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
(QS. Ali Imran: 14).

            Tak pernah terlintas dalam benak sanubari, waktu telah mengantarmu pada keremajaan yang begitu mempesona. Masa berganti rupa dan usia menapak dewasa. Sungguh pergantian zaman memang menakjubkan hingga tak terasa tubuh mungil yang terbaring lemah telah tumbuh menjadi seorang  remaja. Di saat itu, akal mulai bekerja, emosi perlahan menampakkan wujudnya, saat itu pula jiwa ikut bergejolak, darah mendidih, debaran jantung mulai tak terkendali, jiwa yang labil, rentan terhadap kenikmatan sesaat, dimasa inilah engkau akan merasakan kebutuhan yang sangat kuat terhadap lawan jenismu, mulailah sebuah pesona  datang menyapa, selangkah namun pasti dengan segenap kegenitan dan gemerlapnya mulai menggoda, menampakkan diri dalam wujud yang manis menggugah selara, menawan hati dalam telaga syurga cinta, dialah ujian terindah yang akan melanda, tak kenal masa dan usia akan terkenang selamanya, makhluk indah yang disebut wanita, menghiasi fitrah manusia dengan rasa cinta terhadap keindahnya , membelai nurani untuk cenderung mendekatinya. Rasa untuk selalu memperhatikan langkah gemulainya, rasa untuk senantiasa menatap matanya, membalas seulas senyuman manis yang tersimpul diwajahnya.
Itulah Cinta pada pandangan pertama, indahnya tak mampu diungkapkan dengan kata, sehingga seorang pemuda yang menemukan cinta pertamanya melantunkan syairnya:
Dimataku aku mengkhayalkanmu
Dimulutku aku selalu menyebut namamu
Wajahmu penyejuk kalbuku
Ditelinga kudengar angin membisikkan namamu
Setiap waktu aku selalu mengingatmu
Karena engkau berada dalam sanubariku
Maka kemana engkau akan pergi
Karena aku akan selalu menjagamu
Duhai  pujaan hatiku
Engkaulah gadis yang pertama kali singgah didalam hatiku
Bila ku tatap matamu
Hati ini selalu berdebar tak menentu
Ketika kau jauh dariku
Hati ini selalu rindu untuk bertemu
Tak rela hati ini berpisah darimu
Karena engkau telah menawan hatiku
 Begitulah suasana hati orang yang sedang dimabuk cinta, siapapun itu pasti akan pernah merasakan nikmatnya jatuh cinta, termasuk dirimu para pengejar bidadari, ya semua itu akan terasa indah karena dihiasi dan diliputi oleh cinta.
Mari kita pahami ayat berikut ini :
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang binatang ternak dan sawah ladang.Itulah kesenangan hidup di dunia;dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran: 14).
Seperti yang sudah dijelaskan ketertarikan yang mendapat posisi utama bagi para ikhwan yang menghiasi kehidupan mereka adalah para akwat sebagaimana akhwat pun merasa senang dan tertarik terhadap ikhwan. Dihiasinya rasa cinta itu diantara keduanya dengan apa yang disebut nafsu. Dengan kata lain hawa nafsu itu adalah sebuah perhiasan bagi manusia. Manusia tanpa hawa nafsu sama saja dengan orang yang tidak berhias, monoton, tidak memiliki perkembangan dalam gerak kehidupannya. Namun jika hawa nafsu adalah sebuah perhiasan maka ada dua hal yang akan kita perhatikan. Pertama, Kapan perhiasan itu harus dipakai. Kedua, dimana perhiasan itu harus dipakai?
Kalaulah anda berdandan dengan rapi, kaos kaki lengkap dengan sepatu merek terkenal, pake jas keren, mahal tapi untuk pergi nyangkul di sawah tentu tidak tepat, atau pakai pakaian yang compang-camping, bau badan menyengat, sendal jepit lain sebelah, pergi ketemuan sama si doi tentunya tidak cocok. Begitu pula hawa nafsu kapan dia boleh diperturutkan dan dimana dia boleh disalurkan. Sehingga hawa nafsu itu mampu ditempatkan dalam kemulian yang berarti kendali terhadapnya yang dipenuhi rasionalitas, kemanfaatan, jiwa pelestarian, pembangunan dan kematangan, kata salim A. Fillah.
Kedatangan cinta tak selamanya membawa kemudharatan, namun bisa pula melahirkan kemanfaatan, itu tergantung bagaimana anda menyambut tamu itu. Jika anda telah cukup bekal untuk menyambutnya, iapun akan berbuat ramah, sehingga tamu itu akan menjadi nikmat yang akan menambah nikmat-nikmat yang terdahulu sehingga bila kita tumpuk tak akan ada yang sanggup menghitungnya. ya, bekal yang membawa nikmat dan menjadikan cinta yang dijamu sebagai energi kesahalehan menuju keridhaan Ilahi.
Cinta dan hawa nafsu yang menjadi perhiasan manusia yang membuat hidup penuh warna, membuat hidup ini lebih berarti tidak monoton, oleh karena itu islam tahu yang terbaik untuk ummatnya yaitu menghadirkan sebuah solusi untuk menyatukan keduanya dalam kemuliaan dengan anjuran pernikahan. Ikatan yang mengubah dosa menjadi pahala, yang awalnya haram menjadi halal, ikatan yang menyehatkan, ikatan yang mampu mengubah kemiskinan menjadi berkecukupan, mengubah orang manja menjadi dewasa, ikatan untuk menyalurkan kebutuhan biologis dengan benar  dan sehat,  ikatan yang mampu menjaga kehormatan dan menambah ladang amal shaleh, ikatan yang memperkuat iman dan mendapatkan separoh agama.
So, bagi anda para remaja persiapkan diri untuk menyambutnya dan tetaplah indah.


Barangsiapa yang telah mampu untuk
menikah, lalu ia tidak menikah, maka ia tidak
termasuk golonganku
(H.R Thabrani)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar